KELELAHAN DAN RECOVERY DALAM OLAHRAGA

  • I Made Yoga Parwata FPOK IKIP PGRI Bali

Abstract

Pembinaan olahraga prestasi khususnya menuntut penampilan atlet yang selalu prima dan selalu terjadi peningkatan prestasi. Dengan sendirinya memerlukan latihan peningkatan kemampuan fisik dan latihan teknik secara bersama dalam jangka waktu panjang dan pembebanan yang progresif. Latihan ialah upaya sadar yang dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis untuk meningkatkan kemampuan fungsional raga (Giriwijoyo, 2010). Ketika seorang atlet melakukan pelatihan dalam volume besar atau pada intensitas sangat tinggi, kebugaran akan meningkat tetapi kelelahan juga akan meningkat (Bompa, 2009). Maka diperlukan usaha untuk mengurangi tingkat kelelahan dengan melaksanakan program recovery pada atlet yang bersangkutan. Recovery aktif adalah latihan dengan intensitas rendah atau ringan . pemulihan aktif (recovery) mengacu pada pemulihan dari latihan menggunakan intensitas kegiatan rendah dengan tujuan untuk pemulihan. Pemulihan aktif membantu membersihkan otot-otot dari asam laktat yang menyebabkan rasa sakit dan kelelahan. Recovery pasif yaitu latihan yang tidak melibatkan aktifitas atau dilakukan duduk diam atau aktifitas istirahat total. Jadi recovery pasif yaitu suatu aktivitas fisik tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang atau tidur). Kelelahan terjadi pada setiap orang yang melakukan aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi. Kelelahan tidak bisa diatasi hanya dengan istirahat, sebab kelelahan bisa terjadi karena sistem metabolisme energi. Dalam penyedian energi saat beraktivitas olahraga yang kurang sempurna. Kelelahan dapat dibagi dalam dua tipe, yaitu lelah mental dan lelah fisik. Lelah mental biasanya disebabkan karena kerja mental sedangakan lelah fisik karena pekerjaan otot. Pemulihan sangat penting setelah melaksanakan program latihan atau pertandingan. Pemulihan (recovery) adalah mengembalikan kondisi tubuh sebelum pertandingan, pemahaman ini sangat penting bagi atlet dan pelatih dalam melakukan program pelatihan untuk mendapatkan hasil atau prestasi yang terbaik. Pentingnya penyusunan program latihan dan istirahat yang seimbang bagi seorang atlet. Pemulihan juga harus menjadi bagian dari program latihan. Program recovery dapat dilakuk dengan recovery aktif atau recovery pasif.

References

Adiputra.I. S. H., 2013. Ergo Psikofisiologi Menurunkan Respon Fisiologis Meningkatkan Kesigapan kemampuan kerja dan work Engagement Karyawan Bagian Akuntansi Hotel Bali Hyatt di Denpasar( disertasi). Denpasar: Universitas Udayana.

Afriwardi, 2008. Pengaruh Pemuliahan Aktif Dan Pemulihan Pasif Terhadap Lamanya Perubahan Kadar laktat Darah Pada Mahasiswa fakulatas Kedokteran Universitas Andalas. Majalah Kedokteran Andalas. Vol. 32. No. 2

Alim, Arovah, Indra, Rismayanthi. 2011. Penerapan teknik Recovery Terintegrasi untuk Peningkatan Stabilitas Performa Fisik Mental dan Teknik atlet Tenis. Jurnal IPTEK Olahraga. Vol.14. No. 2.

Bompa, T. O., Harf, G.G. 2009. Periodization Theory and Methodology of Training. Fifh Edition. United stste of America: Human kinetics.

Ervana, A. 2010. Efektivitas Pemberian ATP dari Luar Terhadap Pemulihan Kelelahan Otot Gastrocnemius Rana SP, Bogor : FKH IPB.

Giam,C.K., The. 1993. Ilmu Kedokteran Olahraga. Jakarta: Binarupa Aksara.

Giriwijoyo, Sidik, 2010. Ilmu Faal Olahraga. Fungsi tubuh Manusia pada Olahraga untuk Kesehatan dan Prestasi. Bandung: FPOK UPI.

Guyton, 2013. Fisiologi Manusia Dan Mekanisme Penyakit. Jakarta: EGC.

Harlinda, 2014. Delayed onset Muscle Soreness. Jakarta : LPP FKUI.

Harsono, 1988. Coaching Dan Aspek- Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta: Depertemen P Dan K.

Hartono, Widiyanto, Suprijanto. 2012. Perubahan Kadar Asam Laktat Darah dan Performa Anaerobik Setelah recovery Oksigen hiperbarik dan Recovery Aktif. Jurnal IPTEK Olahraga. Vol. 14. No. 2.

Hernawati, 2013. Produksi Asam Laktat Pada Exercise Aerobik Dan Anaerobik. Bandung : FPMIPA UPI.

Irawan, A. 2007. Metabolisme Energi Tubuh dan Olahraga.Sports scinence Brif. Vol 02. No 07.

Junaidi, 2011. Pedoman pertolongan pertama yang harus dilakukan saat gawat dan darurat medis. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Kusnanik, N.W., Nasution,J., Hartono, S. 2011. Dasar – Dasar Fisiologi Olahraga . Surabaya : Unesa Universty Press.

Rismayanthi, 2013. Bahan Ajar Biokimia. FIK Universitas Negeri Yogjakarta.

Sarifin , 2010. Kontraksi otot dan Kelelahan. Jurnal Ilara. Vol. I. No. 2.

Sayono, 2011. Biokimia Otot. Yogyakarta: Nuha Medika.

Setiawan , 2011. Pengaruh recovery aktif dan recovery pasif terhadap Penurunan Kadar CK pada cabag Atletik Nomor Lari jarak Jauh DKI. Jakarta: UNJ.

Soekarman, 1987. Dasar Olahraga Jakarta : Inti Idayu Press.

Wiarto, G. 2013. Fisiologi Dan Olahraga. Yogyakarta : Graha Ilmu

Widiyanto, 2007. Latihan Fisik dan Laktat. Jurnal Midikora FIK UNY.
Published
2015-06-03
How to Cite
PARWATA, I Made Yoga. KELELAHAN DAN RECOVERY DALAM OLAHRAGA. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 2-13, june 2015. ISSN 2337-9561. Available at: <http://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/jpkr/article/view/2>. Date accessed: 18 dec. 2018.
Section
Articles