MENGHINDARI RESIKO OBESITAS DENGAN MENGUKUR INDEKS MASA TUBUH

  • I Gusti Ngurah Agung Cahya Prananta

Abstract

Obesitas adalah kelebihan berat badan akibat dari penimbunan lema ktubuh yang berlebih. Seorang baru disebut obesitas, bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi 20% dari berat badan ideal. Pada orang yang menderita obesitas, organ-organ dipaksa harus bekerja lebih berat, karena harus membawa kelebihan berat badan yang tidak memberikan manfaat langsung. Penderita obesitas mempunyai kecenderungan untuk lebih mudah membuat kekeliruan dalam bekerja dan cenderung lebih mudah mendapat kecelakaan. Berdasarkan penyebaran lemak, obesitas akan membahayakan kesehatan jika kelebihan lemak di dalam tubuh tersebar pada tubuh bagian atas, seperti perut, dada, leher dan muka. Berdasarkan ini maka dapat digolongkan atas kegemukan tipe buah apel (sebagian besar berupa sel lemak yang besar dan jenuh) dan tipe buah pir (sebagian besar berupa sel lemak yang kecil dan tidak jenuh). Beberapa studi menunjukkan bahwa risiko yang paling rendah untuk penyakit jantung, DM, dan beberapa jenis kanker adalah mereka yang mempunyai nilai IMT 21-25, risiko meningkat sedikit jika nilai IMT 25-27,. Risiko nyata jika IMT 27-30, risiko sangat menonjol jika IMT > 30. Pada umumnya, risiko mendapat penyakit akibat obesitas yaitu 1) Penyakitjantungdanstrok, 2) Tekanandarahtinggi. 3) Gagaljantung, 4) Gangguan lemak darah (Dislipidemia), 5) Resistensi insulin dan DM tipe 2, 6) Sindroma metabolik (sindroma X), 7) Kanker. PengukuranIndeks Massa Tubuh (IMT): Untuk mencapai tingkat kebugaran yang optimal setiap kurun usia dan tingkat hidup, ada dua factor pokok yang sangat esensial yaitu: kebiasaan makan yang sehat dan kehidupan yang aktif. Sedini mungkin kedua factor itu dijadikan sebagai bagian penting dari gaya hidup seseorang akan semakin baiklah kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Hal itu juga akan berarti memperkecil resiko terjadi gangguan kesehatan. Setiap orang perlu mengetahui bagaimana memilih makanan secara bijak sehingga makanan itu tidak memicu terjadinya masalah-masalah gizi dan kesehatan namun menghasilkan kebuguran tubuh yang prima. Ada dua faktor yang berperan untuk menciptakan kebugaran yaitu: 1) Berat badan harus senantiasa dalam rentang berat badan normal. 2) Menjadikan aktivitas fisik sebagai bagaian dari pola hidup sehari-hari.

References

ABC (2010).Obesitas. Tersedia: http://www.abclab.co.id/abc-includes/data/OB-02.gif (08 juli 2015)

Adriani,M. dan Wirjatmadi, B. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Moehyi, S. 2012. Diet.Depok Timur: Papas Sinar Sinanti.
Published
2015-06-03
How to Cite
PRANANTA, I Gusti Ngurah Agung Cahya. MENGHINDARI RESIKO OBESITAS DENGAN MENGUKUR INDEKS MASA TUBUH. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 21-27, june 2015. ISSN 2337-9561. Available at: <http://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/jpkr/article/view/4>. Date accessed: 18 dec. 2018.
Section
Articles