IDENTIFICATION OF THE BIOLOGICAL CHARACTERISTICS OF DUCK EGG (Anasdomesticus) IN THE DETERMINATION BUSINESS

Main Article Content

N. Putri Sumaryani
ni putu delly permatasari

Abstract

Research purposesto identify the biological characteristics of duck eggs(Anasdomestius) in the hatchery business in the Oka farm area on Street JepunGulingan sub-districtMengwi districts Badung, reviewed from biological characteristicsduck egg in the hatchery, the weight and thickness of duck egg shells were observed for 28 days.


             This type of research is quantitative descriptive, observation is done using observation method using random sampling or random sampling 80 eggs are observedfrom 11.00-13.00 WITA the data was recorded for three hours. Data analysis was carried out by descriptive analysis. This research shows minimum egg weight is 64 grams and the maximum weight in eggs is 88 grams.


             The egg weight that meets the hatching requirements is the weight of the egg70-79 grams with a shell thickness of 0.45 mm. The thickness of the eggshell that is too thick and too thin can cause hatchability in the duck's eggs is not good and can cause the eggs to fail to hatch.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Ari Wibowo. Agung . 2009. Analisis Usaha Ternak Itik Di Kabupaten Sukoharjo
Azis. Rosidi. 2018. Pengujian dosis larutan air garam (NaCl/Natrium Cloride) terhadap daya tetas telur itik pedaging hibrida super. Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.
Buckle, K.A. Edward.RA. 2010. Ilmu Pangan. Jakarta : Universitas Indonesia Press.
Budiyasa. Wayan. 2005. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Denpasar.
Dewanti R., Yuhan dan Sudiyono. 2014. Pengaruh Bobot dan Frekuensi Pemutaran Telur Terhadap Fertilitas, Daya Tetas, dan Bobot Tetas Itik Lokal. Buletin Peternakan Vol. 38. No. 1. Hal: 16-20.
Daulay,A.H., S. Aris, dan A. Salim. 2008. Pengaruh Umur dan Prekuensi Pemutaran terhadap Daya Tetas dan Mortilitas Telur Ayam Arab (Gallus Turcicus). Departemen Peternakan Fakultas Pertanian – USU, Medan.
FPMIPA. 2012. Pedoman penyusun skripsi. Denpasar. Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI BALI.
Fredianto, N. 2015. Karakteristik karkas itik local jantan yang diberi tepung limbah penetasan puyuh dalam ransum. Thesis. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
Gladys Endoh. Bella. 2016. Analisis Rentabilitas Usaha Ternak Itik Petelur Di Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa
Harianto. A. 2010. Manajemen Penetasan Telur Itik. http:// Itik mojosari. Cara mudah menetaskan telur-itik. Html .(22 Juli 2010)
Isnaeni, Wiwi.2014. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: kanisius.
Kurtini, T dan Riyanti. 2003. Teknologi Penetasan. Buku Ajar. Universitas Lampung.
Lestari. Dian. 2014. Pengaruh Lama Penyimpanan Dan Warna Kerabang Terhadap Kualitas Internal Telur Itik Tegal. Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bandar Lampung.
Lestari. Lia. Mardani. 2018. Kadar Protein, Indeks Putih Telur, dan Nilai Haugh Unit Telur Itik Setelah Perendaman Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) dengan Waktu Penyimpanan yang Berbeda pada Suhu 4ºC. Program Studi Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro.
Mamarimbing. Dewi. Kalangi.Lainawa 2017. Analisis Manajemen Pemeliharaan Ternak Itik Petelur Di Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Minahasa
Mertayasa. Gede. 2014. Pengaruh variasi suhu terhadap daya tetas telur ayam kampung (Galanus domesticus).
Mulyadi. Riski. 2010. Kualitas Fisik Telur Ayam Ras Dan Telur Itik Yang Diawetkan Dengan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava Linn) Dan Daun Jati (Tectona Grandis) Pada Lama Penyimpanan Yang Berbeda. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.
Nisa Nurika. Manggiasih. 2015. Usut telur, lama dan bobot tetas itik lokal (Anas Sp.) berdasarkan pola pengaturan temperatur mesin tetas. ISSN 0852 -2626.
Paimin, F.B. 2011. Membuat dan Mengelola Mesin Tetas. Penebar Swadaya, Jakarta
Purdiyanto. Joko. Riadi. Selamet 2018. Pengaruh Lama Simpan Telur Itik Terhadap Penurunan Berat, Indeks Kuning Telur (Ikt), Dan Haugh Unit (Hu). Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Madura
Rinaldy. Pratama Aditya. 2016. Lama Menetas Dan Bobot Tetas Telur Itik Lokal (Anas Sp) Berdasarkan Perbedaan Kelembaban Mesin Tetas Pada Periode Hatcher. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Supriani. 2016. Kualitasfisik Telur Itik Mojosari Yang Diberikan Ikan Sapu-Sapu Basah (Hyposarcus pardalis) dan Duckweed Segar (family lemnaceae). Fakultas Peternakan Universita Mataram.
Suprijatna, E.,U. Atmomarsono, dan R. Kartasudjana. 2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Cetakan ke-2. Penebar Swadaya, Jakarta.
Swacita. I.B.N. 2011. Pengaruh Sistem Peternakan Dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Telur Itik. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.
Yuwanta, T. 2010. Telur dan Kualitas Telur. Gajah Madah. University Press. Yogyakarta.