Potensi Tanaman Lokal sebagai Galaktagogue Herbal untuk Meningkatkan Produksi ASI

Main Article Content

Ni Luh Gde Mona Monika

Abstract

Optimalisasi tumbuh kembang anak melalui ASI eksklusif merupakan upaya membentuk SDM berkualitas. Riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan capaian program ASI eksklusif belum memenuhi target nasional. Galaktagogue merupakan sediaan obat atau herbal yang terbukti atau dipercaya dapat menginisisasi produksi ASI. Penggunaan tanaman lokal sebagai  galaktagogue belum didukung oleh informasi yang komprehensif. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan potensi tanaman lokal berdasarkan bukti ilmiah saat ini sehingga dihasilkan informasi yang bersifat evidence-based. Penelitian ini merupakan review kualitatif dari berbagai artikel penelitian primer terkait potensi daun katu (Sauropus androgynous), kelor (Moringa citrifolia), dan pepaya (Carica papaya) sebagai galaktagogue dengan subyek ibu hamil dan menyusui. Hasil penelitian menunjukkan rebusan daun katu lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan ekstrak daun. Dosis konsumsi sebesar 114mg ekstrak mempercepat pengeluaran kolostrum pasca persalinan. Produksi ASI lebih tinggi pada kelompok yang mengonsumsi sediaan kapsul ekstrak daun kelor dibandingkan tepung daun kelor.  Daun pepaya digunakan sebagai terapi relaksasi dengan ditempelkan pada payudara. Konsumsi sediaan jamu uyup-uyup daun pepaya lebih efektif mempercepat dan melancarkan produksi ASI. Kandungan fitokimia daun katu, daun kelor, dan daun pepaya dapat meningkatkan kadar prolaktin (p=0,000). Konsumsi tanaman lokal sebagai galaktagogue herbal dapat dimulai pada akhir trimester tiga hingga pasca persalinan karena tidak terdapat efek samping yang dilaporkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Al-Snafi A, Khorsheed S, Farj A. (2015). Mammary gland stimulating effects of the crude phenolic extracts of green tea (Camellia sinensis). International Journal of Biological & Pharma ceutical Research. 6 (7):573- 576.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Available from : http://www.depkes.go.id/
resources/ download/ infoterkini/ materi rakorpop2018/Hasil%20
Riskesdas%202018.pdf
Hobs Hobbs AJ, Mannion CA, McDonald SW, Brockway M, Tough SC. (2016). The impact of caesarean section on breastfeeding initiation, duration and difficulties in the first four months postpartum. BMC Pregnancy Childbirth, 16(1): 1–9.
Ibanez G, et al. (2012). Systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials evaluating primary care-based interventions to promote breastfeeding in low income women. Family Practice, 29: 245-254.
Juliastuti. (2019). Efektivitas daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Indonesian Journal for Health Sciences, 3(1):1-5.
Kusumaningrum, ID. (2017). Potensi daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai alternatif memperlancar produksi ASI. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 12(2): 120-124.
Lalla J, Ogale S.(2015). Pharmacognistic evaluation of leaves of Carica papaya Linn. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 4(8):1066-1081.
Majid, TS. dan Muchtaridi M. (2018). Aktivitas farmakologi ekstrak daun katu (Sauropus androgynus (L.) Merr). Farmaka. 16(2):398-405.
Mutiara, T. 2011. Uji efek pelancar ASI tepung daun kelor (Moringa oleifera (Lamk)) pada tikus putih galur wistar. Laporan Hasil Penelitian Disertasi Doktor Tahun 2011. Universitas Brawijaya. Malang
Nurakilah H., Garna, H., Hartini, SS.,Wijayanegara,H., Suardi,A., Rasyad, AS. (2019). Perbandingan pengaruh penggunaan warm bra care dan kompres hangat terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada Ibu 3–4 hari pospartum di Puskesmas Tomo Kabupaten Sumedang. JSK. 5(1):13-17.
Nurjanah, S. et al. (2017). Pengaruh konsumsi ekstrak daun Sauropus androgynus (L) Meer (Katu) dengan peningkatan hormon prolaktin ibu menyusui dan perkembangan bayi di Kelurahan Wonokromo Surabaya. JIK, 10(1): 24-35.
Odom EC, Li R, Scanlon KS, Perrine CGGrummer-Strawn L. (2013). Reason for earlier than desired cessation of breastfeeding. Pediatrics, 131: 726-732
Paul C, Zenut M, Dorut A.(2015). Use of domperidone as a galactagogue drug: a systematic review of the benefit-risk ratio. J Hum Lact., 31(1):57-63.
Penagos Tabares F, Bedoya Jaramillo JV, Ruiz-Cortés ZT. (2014). Pharmacological overview of galactogogues. Veterinary medicine international.
Philip, O. A. (2013). The galactagogue bandwagon. Journal of Human Lactation, 29(1):7-10
Pratiwi,T.E., Suwondo, A., Mardiyono. (2018). Exclusive breastfeeding improvement program using Carica papaya leaf extract on the levels of prolactin hormones. International Journal of Science and Research. 7(9):548-551.
Raguindin PFN, Dans LF, King JF. (2014). Moringa oleifera as a Galactagogue. Breastfeeding Medicine. 9(6): 323-324.
Setiawandari and Istiqomah.(2017). Efektifitas ekstrak Sauropus androgynus (daun katuk) dan ekstrak Moringa oleifera Lamk (daun kelor) terhadap proses persalinan, produksi kolostrum dan proses involusi uteri ibu postpartum. Embrio, Jurnal Kebidanan. 9(1): 16-23.
Sulistiawati Y, Suwondo A, Hardjanti TS, Anwar MC, Susiloretni KA. (2017). Effect of Moringa oleifera on level of prolactin and breast milk production in postpartum mothers. Belitung Nursing Journal. 3(2):126-133.
Turlina L and Wijayanti L. (2015). Pengaruh pemberian serbuk daun pepaya terhadap kelancaran ASI pada Ibu Nifas di Bpm Ny. Hanik Dasiyem, Amd. Keb di Kedungpring Kabupaten Lamongan. Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 7 (1).
Widowati L, Isnawati A, Alegantina, Sukmayati dan Fifi R. (2019). Potensi ramuan ekstrak biji klabet dan daun kelor sebagai laktagogum dengan nilai gizi tinggi. Media Litbangkes, 29(2):143–152
Zakaria, Veni H., Suryani A., Burhanuddin B. (2016). Effect of extract Moringa oleifera on quantity and quality of breastmilk in lactating mothers, infants 0-6 month. Jurnal MKMI, 12(3): 161-169.