ANALISIS DAN KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI LAVENDER DAN PEPPERMINT DENGAN KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROSKOPI MASSA (GC-MS) analisis minyak atsiri dengan GCMS

Main Article Content

Ni Made Suksma Sanjiwani
Dewa Ayu Ika Paramitha
Agung Ari Candra Wibawa
I Made Dedy Ariawan
Ni Wayan Trisna Dewi
Ni Made Dewi Wahyuni
I Wayan Sudiarsa

Abstract

Abstrak:


Analisis dan Karakterisasi Minyak Atsiri Lavender dan Peppermint dengan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (GC-MS) telah dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi warna dengan pengmatan secara visual, dilakukan pengujian densitas dengan piknometer dan dilakukan uji kelarutan minyak atsiri peppermint dan lavender dalam etanol secara visual. Identifikasi komponen golongan senyawa minyak atsiri lavender dan peppermint dilakukan menggunakan alat GCMS–QP 2010 Shimadzu. Kondisi operasional alat yaitu: kolom DB-17MS, suhu kolom 70ºC dan suhu injeksi 300ºC. Warna dan kelarutan dalam etanol dari minyak atsiri lavender dan peppermint memenuhi standar ISO. Berdasarkan data densitas yang mendekati standar ISO yaitu minyak atsiri peppermint sedangkan minyak atsiri lavender masih menjauhi standar ISO. Berdasarkan hasil GCMS tersebut senyawa yang paling dominan pada minyak atsiri peppermint adalah senyawa mentol sedangkan minyak atsiri lavender senyawa yang paling dominan adalah linalool.


Kata Kunci: Minyak atsiri, warna, densitas, kelarutan, GCMS, mentol dan linalool


 


Abstract:
            Analysis and Characterization of Lavender and Peppermint Essential Oil by Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) have been carried out. In this study, color identification was done by visual observations, density testing was carried out with a pycnometer and a visual solubility test for peppermint and lavender essential oils in ethanol visually. Identification of components of lavender and peppermint essential oil compounds was carried out using a Shimadzu GCMS – QP 2010 tool. The operational conditions of the tool are: DB-17MS column, column temperature of 70ºC and injection temperature of 300ºC. The color and solubility in ethanol from lavender and peppermint essential oils meet ISO standards. Based on density data approaching ISO standards, namely peppermint essential oil while lavender essential oil is still away from ISO standards. Based on GCMS results, the most dominant compound in peppermint essential oil is menthol compound while lavender essential oil is the most dominant compound linalool.


Keywords: Essential oils, color, density, solubility, GCMS, menthol and linalool

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Lucia Wiwid Wijayanti. 2015. Isolasi Sitronellal Dari Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon Winterianus Jowit) Dengan Distilasi Fraksinasi Pengurangan Tekanan. Jurnal Farmasi Sains Dan Komunitas, 12(1): 22-29.
Adham M, Kurniawan AN, Muhtadi AI. 2012. Nasopharyngeal carcinoma in indonesia: Epidemiology, incidence, signs, and symptoms at presentation. Chin J Cancer, 31(4):185–96.
Muhtadin, A.F. Wijaya,R. Prihatini.P dan Mahfud. 2013. Pengambilan Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk Segar dan Kering dengan Menggunakan Metode Steam Distillation. Jurnal Teknologi POMITS. (2): 1. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya.
Buckle J, 2015. Clinical aromatherapy essential oil in healthcare. Edisi ke-3. USA: Elsevier Inc.
Lansida, 2017. Certificate of Analysis Lavender Essential Oil. http://www.minyak-atsiri.com. Diakses tanggal 24 Januari 2017.
Prabandari, Rani, Desy Nawangsari, Kukuh Yunianto Sumargo. 2019. Isolasi Dan Identifikasi Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrohza Roxb.) dan Bunga Lavender (Lavandula angustifolia Mill.), VIVA MEDIKA Jurnal Kesehatan, Kebidanan, dan Keperawatan. 12(1): 39.
Mamun, dan Shinta, S. 2006. Karakteristik Minyak Atsiri Potensial. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik: 110-121.
Aziza, Nur. Rurini S., Suratmo S. 2013. Isolasi Dan Karakteristik Terhadap Minyak Mint Dari Daun Mint Segar Dari Hasil Destilasi. Jurnal Ilmu Kimia, 2(2). Universitas Brawijaya, Malang.
Ansory, Hery Muhamad, Prietta Khania Kusuma Putri, Nur ‘Aini Hidayah, Anita Nilawati. 2017. Analisis Senyawa Minyak Atsiri Fuli Pala Secara GC-MS dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Ecschericia coli dan Staphylococcus aureus. Majalah Farmaseutika, 3 (2): 56 – 64.
Alwi, M dan S, Maulina. 2012. Pengujian Bakteri Coliform dan Escherichia Coli Pada Beberapa Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Jurnal Biocelebes, 6(1), ISSN: 1978 6417.
Sastrohamidjojo, H. (2004). Kimia minyak atsiri. Yogyakarta: Penerbit Gajah Mada, University Press.
Toepak, Erwin Prasetya, Rurini Retnowati, Masruri. 2013. Isolasi Dan Karakterisasi Terhadap Minyak Mint Dari Daun Mentha Arvensis Segar Hasil Distilasi Uap-Air. Kimia Student Journal, 2(2): 574-579.
Anggraini, Rini, Afghani Jayuska, Andi Hairil Alimuddin. 2018. Isolasi Dan Karakterisasi Minyak Atsiri Lada Hitam (Piper Nigrum L.) Asal Sajingan Kalimantan Barat. Jurnal Kimia Khatulistiwa. 7(4): 124-133.
Guenther, E. 2006. Minyak Atsiri, Jilid 1. Universitas Indonesia Press. Jakarta. p.180.
Marlina, M. N., dan Prima, W. P. 2008. Pengujian Mutu Minyak Atsiri. Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor.
Nur Khasanah. 2015. SETS (Science, Environment, Technology and Society) sebagai Pendekatan Pembelajaran IPA Modern pada Kurikulum 2013. Diakses dari http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kpsda/article/view/5386. pada 4 Oktober 2019.