Peranan Pelabuhan Buleleng Sebagai Pusat Pelayaran Dan Jalur Perdagangan Pada Masa Pemerintahan Hindia BelandaTahun 1846-1939.

The Role of Port of Buleleng As A Sailing Center and Trade Line During the Government of the Dutch East Indies in 1846-1939.

Authors

  • Martini Martini Program Studi Pendidikan Sejarah
  • Alit Dewa Made Program Studi Pendidikan Sejarah

Keywords:

Peranan, Pelabuhan, Pelayaran, Perdagangan, Buleleng

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan potensi yang dimiliki pelabuhan Buleleng sebagai pusat pelayaran dan jalurĀ  perdagangan pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1846-1939,untuk mengetahui faktor yang menyebabkan perkembangan pelabuhan Buleleng sebagai pusat pelayaran dan jalur perdagangan pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1846-1939, dan untuk pengetahui peranan pelabuhan Buleleng sebagai pusat pelayaran dan jalur perdagangan pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1846-1939. Dari penelitian sejarah ini, penulis menerapkan beberapa metode penelitian sejarah yaitu Heuristik yaitu sumber tertulis dan lisan diperoleh dari berbagai sumber yaitu arsip kolonial tahun 1850 an , buku Bali Pada Abad XIX, Perdagangan dan Politik di Nusa Tenggara 1815-1915, Soenda Kecil Museum dan Sejarahnya,Kritik Sejarah yaitu kritik intern dan ekstern, Interpretasi, dan Historiografi, Dari hasil analisis data dapat diperoleh hasil penelitiansebagai berikut: Alasan kolonial Belanda membangun pelabuhan Buleleng ,yaitu posisi geografi, kondisi wilayah, Selain faktor yang mendorong perkembangan pelabuhan Buleleng yaitu faktor letak, faktor politik, faktor hinterland, dan faktor jumlah penduduk. Dengan eksitensi pelabuhan Buleleng maka mempunyai peranan sebagai perdagangan komoditas lokal,pelabuhan buleleng dalam kancah perdagangan internasional,berbagai komoditas ekspor impor Bali utara, dan sebagai pusat pelayaran.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2020-09-27

How to Cite

Martini, M., & Dewa Made, A. (2020). Peranan Pelabuhan Buleleng Sebagai Pusat Pelayaran Dan Jalur Perdagangan Pada Masa Pemerintahan Hindia BelandaTahun 1846-1939.: The Role of Port of Buleleng As A Sailing Center and Trade Line During the Government of the Dutch East Indies in 1846-1939. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sosial, 1(1), 12-19. Retrieved from https://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/nirwasita/article/view/861

Issue

Section

Articles