PERDAMAIAN DARI FILM “DI TIMUR MATAHARI”

ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER

Authors

  • I Nyoman Payuyasa Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar

Keywords:

Pendidikan Karakter, Film “Di Timur Matahari”

Abstract

Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. Pendidikan memiliki peran penting untuk mengangkat martabat manusia. Pemerintah merealisasikan kebijakan tentang pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan sekolah di tengah permasalahan yang terjadi. Pendidikan karakter dapat diimplementasikan ke dalam berbagai media. Salah satunya melalui media karya seni film. Film “Di Timur Matahari” adalah sebuah film yang sangat kaya akan nilai-nilai pendidikan karakter. Oleh karena itu penting untuk dilakukan analisis nilai-nilai karakter terhadap film ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film “Di Timur Matahari” karya  Ari Sihasale. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis dalam kajian ini menyimpulkan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film “Di Timur Matahari” adalah nilai kerja keras dan semangat belajar, religius, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, cinta tanah air, bersahabat, dan toleransi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, Suharsimi. 2006. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rhineka Cipta.

Matthew, Milles. 1992. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pusat Kurikulum. Pengembangan dan Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. 2009:9-10.

Suandi, I Nengah. 2008. Pengantar Metodologi Penelitian Bahasa. Singaraja: Undiksha.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian kuantitatife dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Supardi, M.d, 2006. Metodologi Penelitian. Mataram : Yayasan Cerdas Press.

Tempo.co. 2019. Partisipasi Pendidikan Naik tapi Jutaan Anak Indonesia Masih Putus Sekolah.https://www.tempo.co/abc/4460/partisipasi-pendidikan-naik-tapi-jutaan-anak-indonesia-masih-putus-sekolah. Diakses tanggal 20 Mei 2020.

Published

2019-05-31