EKSISTENSI NILAI-NILAI TRADISIONAL DI BALI DALAM ANTOLOGI CERPEN “MANDI API” KARYA GDE ARYANTHA SOETHAMA

Authors

  • Gede Sidi Artajaya Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bali

Keywords:

Eksistensi, Nilai Tradisi, Antologi Cerpen Mandi Api

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mengetahui keberadaan nilai-nilai tradisional di Bali pada antologi cerpen yang berjudul Mandi Api karya Gde Aryantha Soethama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif  dengan dokumentasi/studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi nilai-nilai tradisi di Bali mulai mengalami pendangkalan akibat perubahan pandangan masyarakat Bali. Terdapat konflik dalam hal tradisi, agama, adat, budaya, bahasa, dan sosial. Judul-judul cerpen yang menggambarkan eksistensi nilai tradisi yang mulai mengalami degradasi, seperti Tembok Puri, Ibu Guru Anakku, Sekarang Dia Bangsawan, Terompong Beruk, Mandi Api, Gerakan, Kulkul, Sawah yang Indah dan Subur, Hari Baik dan Gumatat-Gumitit. Bali sangat kaya akan paradoks yang rumit, kacau, kusut, namun terlihat dari luar tampak halus, terbuka, dan longgar yang membuat kita semua terlena akan nama besar Bali.

 

The purpose of this study is to uncover and know the existence of traditional values ​​in Bali in the anthology of the short story entitled Mandi Api by Gde Aryantha Soethama. This research uses descriptive research design with documentation / literature study as a method of collecting data. The results showed the existence of traditional values ​​in Bali began to experience siltation due to changes in the views of Balinese people. There are conflicts in terms of tradition, religion, customs, culture, language, and social. The titles of short stories that describe the existence of the values ​​of traditions that are beginning to experience degradation, Tembok Puri, Ibu Guru Anakku, Sekarang Dia Bangsawan, Terompong Beruk, Mandi Api, Gerakan, Kulkul, Sawah yang Indah dan Subur, Hari Baik dan Gumatat-Gumitit. Bali is very rich in complicated, chaotic, disheveled paradoxes, but visible from the outside it looks smooth, open, and loose which makes us all complacent about Bali's big name.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, Yasmil dan Adang. 2013. Sosiologi Untuk Universitas. Bandung: Refika Aditama.

Ardika, I Wayan, 2004a. Kebudayaan Lokal, Multikultural, dan Politik Identitas dalam Refleksi hubungan Antaretnis antara Kearifan Lokal dengan Warga Cina di Bali. Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Dibia, I Wayan. 2014. Taksu dalam Seni dan Kehidupan Bali. Denpasar: Bali Mangsi.

Fowler, Jemes. W. 1995. Teori Perkembangan Kepercayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Gazali, Adeng Muchtar. 2011. Antropologi Agama: Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan, dan Agama. Bandung: Alfabeta.

Ihromi, T.O. 2006. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, Burham. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Pitana, I Gede. 1994. Adi Wacana : Mosaik Masyarakat dan Kebudayaan Bali. Denpasar: Balai Pustaka.

Ratna, Kutha Nyoman. 2013. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: dari Struktualisme hingga Postruktualisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sedyawati, Edi. 2007. Keindonesian dalam Budaya. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Soethama, Gde Aryantha. 2009. Mandi Api. Denpasar: Buku Arti.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sujana, Nyoman Naya. 1994. Manusia Bali Dipersimpangan Jalan. Denpasar: Balai Pustaka.

Sztompka, Piotr. 2014. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada.

Wiana, I Ketut. 2004. Bagaimana Umat Hindu Menghayati Tuhan. Jakarta: Pustaka.

Published

2019-05-31