PEMBUATAN HAIR TONIC BERBAHAN DASAR LIDAH BUAYA DAN ANALISIS DENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED

Authors

  • Ni Made Sukma Sanjiwani Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati
  • Dewa Ayu Ika Paramitha Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati
  • Agung Ari Chandra Wibawa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati
  • I Made Dedy Ariawan Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati
  • Fitria Megawati Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati
  • Ni Wayan Trisna Dewi Laboratorium Penelitian Terpadu FMIPA Universitas Udayana
  • Ni Putu Ayu Mirah Mariati Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati
  • I Wayan Sudiarsa FPMIPA IKIP PGRI Bali, Indonesia

Keywords:

Hair Tonic, Lidah Buaya, Fourier Transform Infrared

Abstract

Dewasa ini penggunaan lidah buaya sangat banyak digunakan dalam pembuatan produk kosmetik yang ramah lingkungan salah satu penggunaan lidah buaya pada pembuatan hair tonic yang berguna untuk melebatkan rambut. Lidah buaya memiliki kandungan utama seperti: minyak atsiri, gum, aloin, mineral, emodin dan vitamin. Lidah buaya yang dimanfaatkan pada penelitian ini adalah gel lidah buaya dari jenis lidah buaya barbadensis yang berarti tanaman yang kaya akan protein, vitamin A, C, dan E, kalsium, untuk melembabkan kulit, menghilangkan jerawat dan meremajakan kulit. Lidah buaya juga berfungsi sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Kandungan kimia lidah buaya yang berupa gel dapat dipaparkan secara rinci yaitu saponin, asam sinamat, lignin, polisakarida, eteral oil, acemannan, vitamin B1, B2, B6, asam folat, tannin, enzim oksidase, amilase, monosakarida, glukomanan, enzim bradikinase, dan salisilat. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat hair tonic dari lidah buaya dengan kode F1, F2 dan F3 dengan masing – masing perbandingan ekstrak lidah buaya dan cairan lidah buaya 1:1; 1:2; 1:3, untuk mengetahui sifat fisik dari ketiga hair tonic dan untuk melihat gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic dengan alat instrumentasi Fourier Transform Infrared (FTIR).

Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa Hair tonic F1 memiliki aroma khas lavender, warna peach, bentuk cairan kental, tekstur lembut, pH 3,8 dan viskositas sebesar 0,0039 ± 0,0003 NS/m2. Gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic F1 yaitu -(CH2)n, C=C aromatic, C=O amida, C=O ester, C-H alkana, C-H alkuna, C-H bending, alkuna dan O-H stretching. Hair tonic F2 memiliki aroma khas melati, warna peach, bentuk caiarn kental, tekstur lembut, pH 3,7 dan viskositas sebesar 0,0034 ± 0,0002 NS/m2. Gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic F2 yaitu -(CH2)n, C=C aromatic, C-O-C eter, C=O aldehid, C-H alkana dan O-H stretching. Hair tonic F3 memiliki aroma khas melati-peppermint, warna peach, bentuk caiarn kental, tekstur lebih lembut, pH 3,8 dan viskositas sebesar 0,0037 ± 0,0001 NS/m2. Gugus fungsi yang terdapat dalam hair tonic F2 yaitu -(CH2)n, C=C aromatic, C-O-C eter, C=O amida, C=O aldehid, C-H alkana dan O-H stretching.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gusviputri, A., Meliana, N., P., S., Alianawati dan Indraswati, N. (2013) Pembuatan Sabun Dengan Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Antiseptik Alami, Jurnal Widya Teknik, 12 (1): 12 – 21.

Basseti, J. (2005) Buku Ajar Vogel:Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Terjemahan A. Hadyana Pudjaatmaka dan L. Setiono, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Rostita. (2008). Sehat, Cantik, dan Penuh Vitalitas Berkat Lidah Buaya. Bandung : Qanita, pp. 16-19, 28-29, 41-42.

Dutt, M., dan Grosser, J. W. (2009). Evaluation of parameters affecting Agrobacterium- mediated transformation of citrus. Plant Cell Tiss Organ Cult 98:331–340.

Jain, R., Neetesh, K.J., Namrata, S., Gnanachandran, A.K., Gokulan, P.D. (2011). Development and evaluation of Polyherbal Ointment For Hair Growth Activity, International Journal of Pharmacy.

Anam, Choirul. Sirojudin et al. (2007). Analisis Gugus Fungsi PadaSampel Uji, Bensin Dan Spiritus Menggunakan Metode Spektroskopi FT-IR. Berkala Fisika. 10 (1). 79 –85.

Chusnul. (2011). Spektroskopi IR, www. Scribd.com, diakses tanggal 3 Nopember 2019.

Beasley, M.M., E.J. Bartelink, L. Tailor & R.M. Miller. (2014). Comparison of Transmission FT-IR, ATR, and DRIFT Spectra: Implications for Assessment of Bone Bioapatite Diagenesis. Journal of Archaeological Science, 46(1): 16-22.

Thompson, T.J.U., M. Gauthier, & M. Islam. (2009). The application of a new method of Fourier Transform Infrared Spectroscopy to the analysis of burned bone. Journal of Archaeological Science, 36(3): 910-914.

Zubaidah, E., Apriyadi, T.E., Kalsum, U., Widyastuti, E., Estiasih, T., Srianta, I. and Blanc, P.J, (2018), In vivoevaluation of snake fruit Kombucha as hyperglycemia therapeutic agent, International Food Research Journal 25(1): 453-457.

Rusdiana dan Maspiyah. (2018) Pengaruh Proporsi Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) Dan Madu Sebagai Bahan Aktif Hair Tonic, e-Journal, 7(2): 113 – 120.

Angga Saputra Yasir. (2019). Uji Aktivitas Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan Dari Sediaan Hair Tonic Yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Mangkokan, Jurnal Farmasi Malahayati, 2(1): 76-85.

Yuliana Rahmawati dan Suhartiningsih. (2019). Pengaruh Penambahan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Sifat Fisik Shampo Anti Ketombe Berbahan Dasar Lerak (Sapindus Rarak), e-Journal, 8 (1): 76 -83.

SNI (2006). pH kulit Hair Tonic, Badan Standarisasi Nasional Indonesia SNI No.96-2692-2006, Jakarta.

Rini Anggraini, Afghani Jayuska, Andi Hairil Alimuddin. (2018). Isolasi Dan Karakterisasi Minyak Atsiri Lada Hitam (Piper Nigrum L.) Asal Sajingan Kalimantan Barat, Jurnal Kimia Khatulistiwa, 7(4): 124-133.

Desriani, Nur Azizah, Ririn Wahyuni, Andi Eka Purnama Putri. (2018). Formulasi Hair Tonic Ekstrak Buah Mentimun (Cucumis sativus) sebagai Solusi Ketombe dan Rambut Rontok pada Wanita Berhijab, Majalah Farmasi, Sains, dan Kesehatan ISSN 2442-9791, 4 (1): 39-41.

Kritianingrum. (2019). HANDOUT SPEKTROSKOPI INFRA MERAH (Infrared Spectroscopy, IR).

Silverstein, R.M., G.C. Bassler, and T.C. Morrill. (1981). Spectrometric Identification of Organic Compounds, 4thEd., John Wiley and Sons, Singapore.

Martin Sulistyani. (2018). Spektroskopi Fourier Transform Infra Red dengan Metode Reflektansi (Atr-Ftir) Pada Optimasi Pengukuran Spektrum Vibrasi Vitamin C, Jurnal ISSN 2621-0878, 1(2): 39 – 43.

Singh, G., S. Kaur, & G.S.S. Saini. (2007). Experimental and Theoretical Vibrational Analysis of Vitamin C. Indian Journal of Pure & Applied Physics 45: 714-720.

Zilhadia, Farida Kusumaningrum, Ofa Suzanti Betha, Supandi. (2018). Diferensiasi Gelatin Sapi dan Gelatin Babi pada GummyVitamin C Menggunakan Metode Kombinasi Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Principal Component Analysis (PCA), original article Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 5(2), 2018, 90 – 96.

Hashim DM, CheMan YB, Norakasha R, Suhaimi M, Salmah Y, & Syahariza ZA. (2010). Potential use of fourier transform infrared spectroscopy for differentiation of bovine and porcine gelatins. Food Chemistry, 118(3), 856–860.

Singh, P., N. P. Singh, & R. A. Yadav. (2010). Study of the optimized molecular structures and vibrational characteristics of neutral L-Ascorbic acid and its anion and cation using density functional theory. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research 2(5): 656-681.

Marino Novri Warongan, Sri Sudewi, Adithya Yudistira (2017). Analisis Fingerprint Daun Gedi Hijau (Abelmoschus Manihot L) Untuk Memprediksi Aktivitas Antioksidan Menggunakan Kombinasi Spektroskopi Ir Dengan Partial Least Squareregression, PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT, 6(4): 157-164.

Published

2020-04-07

How to Cite

Sanjiwani, N. M. S. ., Paramitha, D. A. I. ., Wibawa, A. A. C. ., Ariawan, I. M. D. ., Megawati, F. ., Dewi, N. W. T., Mariati, N. P. A. M. ., & Sudiarsa, I. W. (2020). PEMBUATAN HAIR TONIC BERBAHAN DASAR LIDAH BUAYA DAN ANALISIS DENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED. Widyadari: Jurnal Pendidikan, 21(1). Retrieved from https://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/widyadari/article/view/726

Issue

Section

Articles